Jumat, 16 Mei 2008

Kenapa tim Thomas kita kalah ?

Dengan tak mengurangi perjuangan yang sudah dilakukan oleh tim bulutangkis putra Indonesia, saya melihat kekalahan itu adalah suatu proses untuk lebih sukses di masa mendatang, seperti Olimpiade Beijing 2008 dst. Beban mental dari pemain yang bertanding terasa berat sekali, dimana dalam sebuah tim kekalahan anggota tim menambah beban bagi anggota tim yang akan bertanding. Ini dirasakan oleh pemain Taufiq H. yang mempunyai peringkat dunia lebih baik dibanding lawannya. Memang performance Taufiq H. berbeda dibandingkan 2 tahun y.l sebelum punya keluarga. Tapi saya hargai perjuangannya di lapangan, semangat bertanding masih perlu ditingkatkan dan mental juara harus dipertahankan terus. Ambisi yang tinggi sebagai tuan rumah untuk merebut kembali piala Thomas, menyebabkan tidak dapat menerima kekecewaan ini, sepertinya apa lagi yang kurang dari tim Thomas kita? Yah, hanya saja belum "Kehendak Tuhan" tim Thomas kita menjadi juara. ["Bukan kehendakku yang jadi, tapi kehendakMu"].
Dan biarkan piala Thomas dan Uber kembali berada di China, karena disana banyak pahlawan-pahlawan bulutangkis yang membelanya.